Notification

×

Iklan

Iklan

Ada apa dengan Admin Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare

Mar 19, 2025 | 3:49:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-18T19:49:08Z

 

Gedung Fakultas Tarbiyah


Kampus, Red Line News-- Seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, mengaku mengalami tindakan kurang mengenakan dari salah satu Admin Fakultas Tarbiyah saat mengurus Surat Keputusan (SK) judul, Rabu (19/03).


Arwan selaku mahasiswa Prodi MPI, Menjelaskan kronologi dari kejadian yang dialaminya ketika sedang berhadapan dengan salah satu Admin Fakultas. "Tujuan saya masuk ruangan untuk mengambil SK judul dan kemudian tidak diberikan dengan alasan melanggar kode etik dan setelah mempertanyakan aturan aturan kode etik kemudian Admin itu sendiri tidak mampu memberikan kejelasan yang bisa kami pahami sehingga melakukan tindakan premanisme yang ada dalam kampus, dia juga melakukan sentuhan fisik yakni pemukulan dada sebanyak satu kali setelah melakukan penarikan keluar dari ruangan Admin," Jelasnya.


Ia juga Menjelaskan beberapa tuntutan yang dilaporkan kepada Polisi Resor (Polres) Parepare. "Soal tuntutan adalah rasa kekecewaan terhadap salah satu Admin yang kemudian tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang pendidik yang dimana kami ketahui bahwa ternyata Admin pelayanannya adalah yang mampu memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memberikan pelayanan yang baik," Tambah Arwan.


Rahmatullah selaku Admin Fakultas Tarbiyah, Juga mengungkapkan kronologi dari kejadiannya. "Awalnya saya tegur karena mahasiswa tidak memakai kode etik lalu saya tanya apakah ada mahasiswa yang saya layani karena tidak memakai kode etik, kalau ada kasi saya buktinya setelah itu saya arahkan pulang untuk mengganti pakaian kode etik," Ungkapnya.


Lebih lanjut ia juga menjelaskan kronologi yang dia alami. "Setelah saya suruh pulang untuk ganti pakaian kode etik, yang bersangkutan masi tetap ngotot dengan argumen pembelaan dengan alasan aturan tidak keras dan tidak pernah membaca aturan kode etik, setelah itu saya tarik keluar dan hanya mendorong karena terlalu mepet ke saya dengan wajah ngotot karena tidak dapat pelayanan akademik, kejadian ini juga disaksikan dekan, beberapa dosen dan mahasiswa," Tambah Rahmatullah.


Reporter: NBL, JHN, TGR

Redaktur: FRL

Web & IT: Fauzan

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update